Selasa, 29 November 2011

literatur Ummat


Pagi hilang lenyap silih berganti
Itulah realitas kehidupan ummat di negeri ini
era bermatamorfosis menuju titik-titk kuiminasi
Olehnya kurangkai dan kutulis saat inspirasi
Dan sebentuk emosi menggelitik imajinasi
Hadikan irama dalam bait-bait metofora puisi


Wahai pagi…………….
Biarkan aku sejenak menjadi embunmu
Memancarkan sinarmu saat jemariku menyatu
Dalam diksi dan analogi Terjebak dalam jurang
Di negeri ini tak lagi membangun bangsanya
Dengan semangat ukhwaaah islamiah
Teori dan demokrasi yang katanya bernuansa islam
Tapi ternyata lahir dari teori-teori yang sekulor
Kebijakan yang katanya berbasis kerakyatan
Ternyata hanya menguntungkan konlomerat
 Dan korpurasi dari Negara-negara musuh islam
Para hakim tak lagi mampu memutuskan perkara
Dengan prinsip rule of low, Apakah mereka tidak menyadari
Bahwa keputusan mereka di dunia ini
Akan disidangkan dipengadilan akhirat
Oleh sang khalik yang  maha adil
Para pemuda-pemuda islam
Sudah terhiponisis pada globalisasi kebiasan
Weternisasi dianggapnya maddernisasi
Jilbab yang jadi penutup auratnya kini tergantingkan
Dengan rambut pirang, brbusana menor berlebel tentop
Wahai umat Muhammad bukanlah allah
Telah memperingatkan hambanya dalam berbagai firmannya
Namun kita banyakyang melanggarnya
Kita lari dari hokum allah
Coba kita perhatikan………
Azab terus dihembuskan oleh sang khalik
Tapi di Negara ini kita seakan
Tak pernah mengindahkan peringatan itu
Peringatan kepada hambanya yang dzalim
 Deretan tragadi emanusiaan terjadi di Negara ini
Gempa, tsunami, banjir, itu semu merupakan pembalajaran
Dari allah dan tak sedikit korban yang berjatuhan
Akhirkanlah yang terselamat ini
Ingatlah wahai hamba allah
Bersyukurlah sementara kesempatanmu masih ada
Karena mungkin esok juga kita akan senasibdengan mereka
Wahai hamba allah….
Jika hatimu seputih awan, jangan biarkan ia mendung
Jika hati, sejerni ir telaga Jangan biarkan ia keruh……
Jika hatimu seindah bulan purnama
Hiasi ia dengan iman dan takwa

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More