Selasa, 29 November 2011

puisi bunda


Bunda…
9 bulan kuterlena dalam ragumu
9 bulan engkau membawaku
Meski hati kadang bimbang dan resah
Tiada pernah engkau mengeluh

Tentang setets darah yang engkau alirkan
Menghembuskan api ketulusan di sorot matamu
Tentang setets keringt yang engkau cucurkan
Membuka secerca harapan di hatiku
Tentang air mata yang engkau tepteskan
Menyambut datingnya buah hatimu
Dengan mesrah kau buaih diriku
Dengan tulus kau curahkan hatimu
Dngan tegar kau habiskan waktumu
Menuntutku menakapi tangga-tangga kehidupan
Tapi mengapa………
Disaat aku mulai mengepakkan sayap kecilku
Disaat aku mulai berdidri dan berkata
Disaat aku terlena dalam untamu
Aku terkapa merintih engkau kini tiada
Aku terakapar menatap jasad yang membisu
Badai semilir angin menhantam kalbuku
Aku bersimpuh di depan jasad bunda
Aku sirami dengan bening-bening kaca
Kugapai tangan yang tak tersentuh
Kurangkai baying yang kian menghilang
Kudekap kalbu yang tak bergeming
Kupeluk raga yang tak berjamah
Bunda tercinta yang telah berpulang
Sejuta kata tak bermakna
Sejuta senyman tiada berarti
Selaksa duka menggerogoti jiwa
Serangkup lara menyebar ke sanubari
Tiada lagi canda-tawa
Sunyi, sepi bersemayam dihati
Tuhan……
Engkau maha tau segalanya
Kumohon ampunan bunda tercinta
Tempatkanlah dia di mahligai terindahmu
Dalam impian kemasyuran surga

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More